ReviewKasur In The Box | Unboxing Kasur In The Box 100 x 200 - YouTube.
inthebox #kasurintheboxLink pembelian barang MomJes klik disini 👇
HaiMa, aku mau review kasur berkualitas yang baru aku beli. Yaitu, kasur In The Box. Aku mau ngenalin dulu, bahwa kasur In The Box ini memang cukup terkenal akhir-akhir ini karena kasurnya yang bisa dilipat bahkan dipacking unik yaitu dengan cara dimasukan ke dalam box.
Vay Tiền Nhanh Ggads. Assalamu'alaikuum. Gak terasa ya sudah kembali merasakan nikmat beribadah di Bulan Ramadan. Tentunya banyak persiapan yang harus dilakukan terutama secara fisik dan kesiapan batin. Karena di bulan Ramadan, ritme sehari-hari ada yang berubah, dimulai dari pola makan dan juga tidur. Nah, ngomongin soal tidur, ini jadi salah satu yang mengganggu saya selama ini. Dari kecil sudah insomnia, semenjak jadwal saya kembali sangat padat baik di rumah dan juga di kantor, sebenarnya jam 8 malam saya sudah kepayahan dan pengennya cepet-cepet meluk guling, tapi apa daya, kerjaan rumah masih setia menunggu untuk diselesaikan sebelum saya bisa benar-benar tidur. Nah tapiiii, setelah semua pekerjaan selesai dan saya siap untuk tidur, eh malah susah mejem, badan terlalu letih tapi kok malah gak bisa tidur ya, saya yakin banyak yang ngalamin juga hal seperti ini, dan ini sangat berpengaruh ke kebugaran fisik esok harinya. Pengalaman saya yang drop saat berpuasa di tahun kemarin, membuat saya lebih menjaga kesehatan. Salah satu yang menjadi concern saya selain HB hemoglobin rendah, adalah kesehatan tulang leher dan punggung yang sering pegel di pagi hari, dan itu semua karena tidur yang tidak berkualitas padahal badan saya sangat letih menjalakan kegiatan setiap harinya dan perlu istirahat yang cukup di malam hari. So entertaining, suara dan lagunya enak-enak. Usut punya usut, itu karena kasur di kamar saya udah mulai jelek, pegasnya malah udah ada yang rusak dan keluar-keluar, membahayakan banget deh apalagi anak saya Alfath 3y2m masih tidur satu kasur dengan saya dan suami. Saya dan suami yang harusnya tidur dengan kualitas yang baik, supaya aktivitas kami yang sehari penuh dapat dijalani dengan lebih semangat, malah sebaliknya. Kami tidur sangat jarang lebih dari 6 jam itupun dengan kualitas yang jelek. Padahal tidur beberapa jam saja selama berkualitas akan membuat tenaga kembali terkumpul dan badan kembali segar. Kenalan dengan kasur In The Box Karena "drama" saat tidur malam tersebut, saya dan suami memutuskan hunting kasur baru, tapi kami bingung mencari springbed yang berkualitas tapi pas dengan isi kantong kami, huhu. Pucuk dicinta ulam pun tiba, seperti kata pepatah tersebut, saat saya sedang mencari info tentang kasur yang berkualitas, eh saya dapat info kalau ada kasur yang diciptakan dengan teknologi tinggi hingga bisa dilipat dan packingnya juga unik, dimasukan ke box yang sebelumnya gak pernah terpikirkan bisa menampung satu buat kasur yang berukuran besar. In The Box, Bed in the box. Sesuai namanya, kasur ini bisa dimasukan ke dalam box. Awalnya gak kepikiran dan gak kebayang "penampakan"nya seperti apa, hingga saya dan teman-teman Blogger di Komunitas Emak Blogger KEB melihat sendiri unboxing-nya the box ini. Dan kami semua terpukau. Acara gathering In The Box sangat hangat sekali terutama karena yang hadir adalah teman-teman sesama KEB, plus hadir Makpon Mira Sahid dan Makmin spesial yang sengaja datang dari Bandung, lho. Peluuuk Emaks semua. Source Makpon Mira Sahid Ngomongin soal tidur yang gak nyenyak dan bangun di pagi hari dengan uring-uringan karena badan sakit semua. In The Box yang kini hadir di Indonesia seolah menjadi solusi permasalahan kualitas tidur karena pegas kasur yang jelek. In The Box dengan teknologi canggihnya mempunyai pegas atau per yang akan membentuk tubuh kita saat tidur walau kita bergerak dan berubah-ubah posisinya baca lasak. Di acara kemarin, saya cobain deh duduk-duduk di springbed In The Box, enaknyaaaa. Anak saya pun saya naikkan ke atas kasurnya, eh dia sumringah karena nyaman disana. Huhu, ini kode nih kayaknya supaya saya beliin kasur In The Box buat Alfath yang ukuran 120, eh gak hanya buat Alfath aja sih, saya dan suami juga ingin beli untuk kami sendiri dan untuk Orangtua kami, Amiiin, semoga satu-satu bisa dibeliin. Testimoni Pengguna In The Box Di kesempatan yang sama, hadir Mba Dila yang sudah membeli dan merasakan sendiri bagaimana tidur di spring bed In The Box, selain itu Mba Dila yang merupakan Mojang Bandung ini membeli untuk disimpan di kamar tamu yang biasa digunakan kalau adik dan orangtuanya datang ke Jakarta dan menginap di Apartemennya. Kesan yang pertama didapat Mba Dila dari adik dan Orangtuanya adalah kenyamanan. Mereka nyaman tidur di SpringBed In The Box, dan hal itu membuat Mba Dila sama sekali ngga nyesel udah beli kasur In The Box. Karena selain kualitas yang baik dan harga yang terjangkau, Mba Dila yang terbiasa mandiri sangat tidak kerepotan waktu beli hingga kasurnya sampai di Apartemen. Mba Dila cukup meminta tolong Mas-mas dari Hypermat untuk mengatarkan Springbed In The Box ke mobilnya, dan tanpa kesulitan apapun box-nya muat dimasukan ke mobil pribadi Mba Dila. Sesampainya di Apartemen, Mba Dila meminta bantuan orang untuk menurunkan In The Box dari mobil dan mengantarkan hingga kamar, dari sana Mba Dila meng-handle sendiri dari mulai unboxing hingga In The Box rapi dan siap digunakan. Yeayy, tinggal bobo cantik deh. Unboxing SpringBed In The Box Eh, Btw unboxingnya emang segampang apa ya hingga Mba Dila bisa ngelakuin sendiri tanpa bantuan orang? nah saya punya oleh-oleh video unboxing In The Box yang dilakukan oleh teman-tean Blogger saya, tonton yuk videonya, tapi ma'afkan yaa kalau suara saya mengganggu, maklum sedang sariawan gak sariawan juga tetep ganggu sih,wkwk See? ternyata memang segampang itu ya. Gak seribet biasanya kalau kita beli springbed, gotong sana sini, pake dimiring-miringin segala supaya pas di pintu. Mengusung kemajuan teknologi modern, In The Box menawarkan kepraktisan, kemudahan dan kecepatan, dengan harga yang relatif terjangkau. Tinggal ke Hypermart terdekat untuk pembelian, dan kalau mau lebih simple lagi, bisa beli secara online di website dan cek harganya disana, siapa tahu dapat free dua buah bantal seharga 500 ribu rupiah. Jangan lupa juga follow dan aktifkan notifnya supaya gak ketinggalan promo-promonya inthebox. Source Source Ohya, untuk springbed In The Box size 120, beratnya sekitar 30-40 Kg, dengan kekuatan pegas yang lebih baik dari springned lainnya, cocok nih untuk anak saya yang lagi suka banget lompat-lompat di atas kasur sampai kasur kami yang sekarang pegasnya mulai keluar-keluar dan bikin sakit ke badan. Garansinya aja sampai sepuluh tahun lho, lama banget yaaa. Selain itu, keunggulan lainnya adalah InTheBox mudah dibersihkan kalau-kalau terkena noda. Tuh, belum apa-apa Alfath udah betah duduk dan tiduran di springbed Inthebox Tentang perawatan, ada ngga sih diantara teman-teman yang sensitif debu/tungau?. Sedikit berbagi "rahasia" dari saya yang sensitif debu dan apalagi tungau dikarenakan alergi, saya selalu memastikan kasur di kamar saya agar terkena cahaya matahari dari jendela jadi tidak langsung kena sinar mataharinya saat pagi hari, diusahakan jarak kasur dan jendela berdekatan. Atau kalau di kamar tanpa jendela yang tembus ke luar rumah, jadwalkan secara berkala untuk di vacum lebih sering, atau di jemur langsung dibawah sinar matahari bagi yang tidak alergi saya pribadi tidak terbiasa menjemur kasur karena pasti akan batuk-batuk kalau mencium bau khas kalau matahari mengenai langsung kasur atau bantal. Dan sebagai langkah antisipasi supaya kasur kita tidak mudah terkena noda, saya selalu menggunakan sprei anti air terlebih dahulu sebelum menggunakain sprei biasa. Teman-teman punya tips lain untuk perawatan kasur dirumah masing-masing? share yuk!. Yeayy, makin gak sabar ingin mempunyai springbed inthebox, terutama orangtua saya dan suami yang sering juga mengeluh sakit leher dan punggung saat bangun tidur. Makin nambah umur harus makin berkualitas tidurnya kan yaaa. Okay, fixed masukin springbed inthebox ke bucketlist.
Sekadar memilih merek mesin cuci, lemari es, kompor, kasur, hingga rice cooker saja kami kelimpungan. Bingung mana yang bagus, mana yang hemat listrik, dan mana yang terbaik. Hahaha. Dasar ya. Akhirnya kami memutuskan membeli barang-barang rumah tangga berbekal review di blog maupun Kehidupan setelah berumah tangga memang banyak bedanya, ya? Terutama soal mengambil keputusan. Terdengar klise memang, tapi jujur ada rasa aneh dan kaget saat dihadapkan untuk mengambil keputusan meski hal sepele. Contohnya saat kami memulai membeli peralatan rumah tangga. Ya kali, dari dulu urusan rumah tangga memang di-handle sama orang tua. Lha sekarang, mau nggak mau kami harus mulai Memilih Kasur IntheboxSama halnya ketika memilih kasur. Aku punya pilihan A, mas suami punya pilihan B. Gitu saja terus hingga kami memutuskan mencoba membeli kasur Inthebox. Please, jangan anggap ini endorse, ya! Tapi kalau Inthebox mau meng-endorse diriku ya mau banget lha. Eh siapa diriku astaga. HahahaMotivasiku menulis review kasur Inthebox nggak lain karena saat iseng bikin story unboxing kasur di instagram banyak pertanyaan yang masuk. Maybe banyak yang masih galau memilih kasur yang nyaman untuk menjaga kualitas tidur, ya. Jadi, mari kita review kasur ini sampai lupa alasan kami memilih kasur Inthebox ini. Jujur, kami sempat bingung memilih kasur yang nggak ‘ngendelong’ ketika ditiduri, pun kami prefer kasur yang nggak panas. Maklumlah, sebelumnya kasur baru kami bikin badan sakit-sakit karena ketika ditiduri ‘ngendelong’ dan cenderung menyimpan panas. Bangun tidur bukannya segar malah badan terasa diajak maraton berkilo-kilo meter dan kami mencari kasur yang bukan sekadar empuk saja, tetapi yang nyaman dan enak ketika ditiduri. Terlebih berat badan suamiku 73 kg, PR banget mencari kasur empuk tapi nggak ‘ngendelong’. Btw, teman-teman mudeng kan arti ‘ngendelong’? Jadi nyungsep Kasur Inthebox XNamanya juga kasur Inthebox, otomatis packing-nya di dalam box kardus dong. Sebenarnya nggak kaget-kaget amat dengan bentuk kasur Inthebox X saat tiba di rumah kami. Ya karena kami sudah kepo jauh-jauh hari seperti apa bentuknya, lalu bagaimana cara di-packing dengan box kardus, kasur ini tetap berat, lho. So, sebelum unboxing, pastikan ruangan bersih supaya nggak perlu gotong-gotong kasur untuk memindahkan, ya. Nggak bisa membayangkan deh, kalau harus menggotong-gotong kasur Inthebox yang sudah mengembang. Berat bangeeet Kasur Inthebox bisa mengembang?Jadi begini, kasur ini di-packing dengan vacuum sehingga lebih ringkas dan kecil. Dalam box kardus terdapat satu kasur dan satu bantal free yang di-vacuum juga, lalu ada manual book, kartu garansi, dan uniknya ada cutter untuk memudahkan kita merobek plastik kasur. Nah begitu plastik disayang eh sayat pelan-pelan, kasur ini mulai mengembang. Puuussshhhhh! Kelebihan Kasur Inthebox XKelebihan Kasur Inthebox XSudah cukup kita bahas packaging-nya, ya. Lanjut kita bahas kelebihan kasur Inthebox X, yuk! Sebenarnya ada berbagai seri kasur Inthebox lho, tetapi kami memilih Inthebox X karena seri ini memiliki extra plush top lapisan tambahan yang membuat kasur terasa makin empuk. Selain itu, kasur Inthebox seri X dilengkapi dengan teknologi quilting supersoft yang membuat kasur nggak terasa panas di malam hari. Kasur ini juga memiliki lapisan busa atas dengan kepadatan tinggi dan supersoft yang dilengkapi dengan teknologi fiber fibertech, yang paling penting, kasur Inthebox X memiliki independent pocket spring. Pocket spring dirancang sesuai dengan anatomi tubuh manusia dan konturnya saat sedang tidur. So, apakah kasur ini benar-benar nggak bikin pegal linu saat tidur? Nanti kita bahas, ya!Ukuran Kasur Inthebox XUntuk ukuran kasur sama seperti kasur Inthebox seri lainnya, kok. Terdapat ukuran 90×200, 100×200, 120×200, 160×200, 180×200, dan 200×200. Teman-teman bisa memilih ukuran kasur ini berdasarkan kebutuhan dan ukuran kamar. Jangan sampai beli kasur ukuran besar tapi membuat kamar terasa sesak bahkan bikin pintu kamar nggak bisa ditutup. HahahaCara Membeli Kasur Inthebox XNah, pertanyaan yang paling banyak masuk ke DM instagram-ku adalah “beli kasur Inthebox dimana, mbak?†Tentu sobat mager ini selalu membeli barang via online. Sungguh, dari berbagai peralatan rumah tangga 99% beli secara online. Kulkas dan mesin cuci sekalipun beli online. WkwkwkTeman-teman bisa membeli kasur Inthebox ini melalui e-commerce Shopee atau Tokopedia. Bisa juga langsung membeli melalui webiste Inthebox, ya. Paling suka sih free ongkir-nya mantap, kami sama sekali nggak kena ongkir. Untuk estimasi pengiriman juga tergolong cepat karena kurang lebih 3 harian saja. Awalnya ku kira harus menunggu dua mingguan, eh ternyata nggak dong!Oya, untuk harganya bisa teman-teman cek di official store-nya, ya. Kemarin kami membeli ukuran kasur 120×200 yang seri X ini seharga Free ongkir, dapat free satu bantal Inthebox. Oya tinggi kasur seri X ini sekitar 30 cm. Serius, ukuran 120×200 sudah lebih cukup untuk kami, nggak kekecilan dan nggak kebesaran. Mengingat ruangan kami yang nggak begitu luas, jadi mesti pintar atur Bulan Pemakaian Kasur Inthebox XJujur, awalnya rada ragu dengan kasur ini. Ya karena berat badan suamiku cukup gendud, di angka 73 kilogram. Namun, selama satu bulan pemakaian sungguh takjub banget sama kualitas kasur Inthebox Inthebox XPertama, ketika kasur ini diduduki atau ditiduri nggak ‘ngendelong’ atau nyungsep banget. Meski ada efek mentul karena cukup empuk, tapi nggak bikin badan pegal linu. Menurutku tingkat keempukannya pas dan Kedua, kami nggak lagi merasakan kasur yang cenderung panas. Sungguh, dulu tuh sering banget beringat dan kebangun tengah malam. Eh sekarang ini pakai Inthebox kualitas tidur terasa kasur ini cepat banget kembali ke bentuk semula setelah terkena tekanan. Sepersekian detik doang sudah kembali seperti permukaan kasurnya tuh terasa lembut dan halus. Meski sudah dilapisi seprai tetap saja terasa lembut dan Kasur Inthebox XNah biar afdol, kita juga bahas kekurangan kasur Inthebox X, kasur Inthebox XPertama, aku kurang suka dengan corak yang ada di permukaan kasur Inthebox X. Jadi tuh ketika dilapisi seprai yang polos, apalagi warna putih, coraknya masih terlihat. Huhuhu *padahal seprainya tebal, lho. Tapi kalau menggunakan seprai polos selain warna putih aman sih, coraknya untuk struktur tepi dan pojokan kasur terlalu soft sehingga ketika diduduki di bagian pojok terasa ‘nyungsep’. Ya walaupun nggak ‘nyungsep’ banget sih. Namun terasa berbeda ketika duduk di kata admin Inthebox kasur ini nggak boleh diberdiriin terlalu lama karena khawatir pear-nya bergeser. Agak repot kalau mau pindahan beda kota, kan. Ehehehe. Tapi untuk sekadar dibersihkan atau pindah tempat boleh diberdirikan kok. Asal nggak lebih dari lima belum ada lagi kekurangan yang kami rasakan, nih. Maybe kalau sudah enam bulan atau satu tahun pemakaian akan aku review lagi, ya! HahahaOverall, untuk harga segitu menurutku worth to buy, apalagi kualitas kasur yang bagus. Sungguh, berkat kasur Inthebox X tidur kami makin nyenyak. Badan kami juga nggak pegal-pegal lagi. Isolasi mandiri karena positof Covid-19 makin nyaman gegoleran. HahahaKalau mau beli kaaur Inthebox X kaya punyaku bisa dibeli di Shopee link ini ya, Fitria
BerandaSemua GrupLifeGaya Hidup dan BelanjaReview Kasur In The Box, Bisa Dilipat lho!Hai Ma, aku mau review kasur berkualitas yang baru aku beli. Yaitu, kasur In The mau ngenalin dulu, bahwa kasur In The Box ini memang cukup terkenal akhir-akhir ini karena kasurnya yang bisa dilipat bahkan dipacking unik yaitu dengan cara dimasukan ke dalam sama seperti kasur kebanyakan, namun yang bikin berbeda pegas kasur atau per-nya bakal membentuk tubuh kita saat kita tidur. Pas pertama kali aku coba, rasanya nyaman yang sering sakit leher atau punggung setelah bangun tidur, setelah pakai kasur ini gak ngalamin itu. Tidur jadi lebih berkualitas Ma, ingat tidur yang berkualitas berpengaruh untuk harga kasurnya beda-beda tergantung ukuran, kalo aku beli super single dengan harga Oh iya Mama bisa beli kasur ini di hypermart atau toko online
kasur in the box review